Qurban dimasa Pandemi?

Bismillah…

Sejak akhir 2019, dunia di gegerkan dengan wabah yang mematikan. Hal ini sangat berdampak pada segala aspek kehidupan. Dari mulai perekinomian, pendidikan, ritual peribadatan dan banyak hal lainnya. Untuk musibah kali ini, bukan hanya masyarakat menengah kebawah saja yang terkena dampaknya, namun kalangan menengah ke ataspun, banyak mengalami kemerosotan dalam perekonomian, utamanya para pengusaha yang memiliki karyawan. sehingga menyebabkan terjadinya PHK masal. Setelah terjadi PHK, kita tidak pernah tahu  apa yang terjadi selanjutnya, mungkin sebagian ada yang masih memiliki tabungan untuk bertahan hidup sementara, dan sebagian lagi, mungkin sja mereka gigit jari karena PHK masal yang terjadi tiba-tiba. Ketika orang-orang dari kalangan menengah ke atas saja mengalami keanjlokan dalam perekonomian, apalagi dengan orang-orang menengah kebawah lainnya. Mereka yang sehari-harinya mendapatkan penghasilan dari memulung, kini tidak ada lagi sampah-sampah yang berada di tong sampah yang bisa di ambil. Mereka yang sehari-harinya bisa makan dari hasil menarik becak, andong, ojek dan kendaraan lainnya, kini harus stay di rumah dengan penuh kebingungan.

Maka dari itulah, I’dil adha atau I’dul Qurban tahun ini akan terasa sangat special. “Mengapa spesial? Bukannya orang-orang sedang mengalami penurunan dalam hal perekonomian? Bagaimana caranya kami berqurban? untuk makan sehari-hari saja kami harus berfikir lagi?”. Baik, pertanyaan seperti itu mungkin atau bahkan sering keluar dari para muqorrib atau orang-orang yang biasa berqurban di tahun-tahun sebelumnya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, coba kita flash back pada kisah Nabi Ibrahim dan Ismail yang dijadikan sebagai rujukan di turunkannya perintah berqurban. Sedah Idul Qurban yang keberapa tahun ini? Sudah tahukah kisah Nabi Ibrahim ini?. Jangan sampai kita buta dan tuli dari sejarah Islam ya. Sekilas akan saya jelaskan. Nabi Ibrahim As adalah seorang pemimpin di Kota Mekah yang mendambakan memiliki seorang anak agar memiliki penerus dalam penyebar kebaikan, lalu beliau setiap hari berdo’a. Dengan melewati banyak peristiwa, lahirlah Nabi Ismail sehingga kebahagiaan atas terqobulnya doa Nabi Ibrahim selama ini. Namun, ujian itu akan selalu ada. Untuk selevel Nabi pun, mereka masih diberikan ujian. Sebenarnya untuk apa ujian itu? Apakah bentuk kemurkaan Alloh, atau bentuk kasih sayangnya Alloh? Sudah jelas, saat Nabi Ibrahim menjalankan perintah Alloh untuk menyembelih Nabi Ismail ( seseorang yang begitu ia cintai untuk dan di harapkan setiap saat untuk kehadirannya) saat itulah Kecintaan dan ketaatan Nabi Ibrahim teruji. Lalu apa yang Alloh lakukan kepada Nabi Ibrahim? Apakah Alloh aakan membiarkan Nabi Ibrahim berada dalam kesedihan setelah melaksanakan ketaatan atas perintah sang Khaliq? Tentu tidak. Sebelum pisau itu sampai pada kulit leher nabi Ismail, saat itupula Alloh menggantikan posisi Nabi Ismail dengan seokor domba, dan sejak itulah, Drajat Nabi Ibrahim semakin tinggi di hadapan Alloh SWT karena ujian yang beliau hadapi lulus dengan sangat sempurna. Maka sejak itulah, Nabi Ibrahim akan diulang dan di bahas di setiap bulan Dzulhijah.

Nah, sekarang kita kembali pada masa kini. Masa, dimana kita merasa sedang dalam kesulitan, karena rasa takut akan ketidak cukupan untuk hari-hari selanjutnya. Sehingga, kita yang biasanya setiap tahun melaksanakan ibadah Qurban, melewatkan tahun ini untuk tidak melaksanakannya. Hal tersebut sangat disayangkan jika terjadi pada diri kita. Apalagi jika kita seorang yang mampu dan tidak ada kendala apapun untuk melaksakan ibadah tersebut. Maka, niatkanlah dan berdoalah semoga ibadah Qurban tahun ini menjadi Ibadah Qurban terbaik sepanjang hidup kita. Karena tahun ini, mungkin terjadi seleksi alam yang di akibatkan musibah Pandemi. Serta banyaknya yang akan merasakan kebahagiaan dari apa yang kita Qurbankan. Bukan hanya kaum dhua’fa saja yang bisa merasakan kenikmatan dan kebahagiaan dari daging qurban, tapi banyak juga orang-orang yang tadinya mampu dan mengalami kemerosotan ekonomi yang drastis, yang mungkin merekapun jarang atau bahkan tidak merasakan memakan daging lagi. Oleh karena itulah, I’d’l Qurba tahun ini dikatakan I’dul Qurban yang istimewa. Dan satu hal yang harus selalu kita ingat, Alloh tidak akan membiarkan hambanya yang taat berada dalam kesedihan atau kesusahan. Seperti halnya Nabi Ibrahim Alaiahissalam.

Untuk tehnis penyaluran hewan Qurban, Yayasan Juara Insan Mandiri seperti tahun-tahun sebelumnya siap menerima titipan penyaluran Hewan Qurban, baik dalam bentuk hewan qurban atau dana untuk dibelanjakan hewan qurban. Selengkapnya bisa di akses melalui https://sehatiqu.juarainsanmandiri.or.id/

Semoga kita dimampukan untuk berqurban tahun ini. Amiin…

  • Author

Post a comment