NAMA KEGIATAN

Kegiatan ini diberi nama “Bakti Sosial Tebar Qurban Juara 1437 H

 

TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan Bakti Sosial Tebar Qurban Juara 1437 H bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat di dalam berbagi kebahagiaan di hari Idul Adha dengan memberikan layanan penyebaran hewan/daging qurban kepada masyarakat yang membutuhkan di pelosok daerah se-Jawa Barat dengan mengusung tema “Dari Bandung Juara Untuk Jabar Kahiji 1437 H”.

 

LANDASAN PEMIKIRAN

”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu; dan ber-qurban-lah.” (QS. Al Kautsar : 1-2)

Hari Raya Qurban, dimana pada hari itu bagi setiap hamba-Nya yang mampu dianjurkan untuk menunaikan kewajibannya menyembelih hewan qurban. Ibadah Qurban memiliki keutamaan yaitu pengampunan dan keridhaan dari Allah SWT. Amalan yang paling dicintai Allah pada hari Raya Idul Adha adalah menyembelih hewan qurban. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada satu amalan yang paling dicintai Allah dari bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) qurban itu.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majjah dan Hakim)

Momentum Idul Adha atau Hari Raya Qurban (sekitar tanggal 11/12 September 2016) menjadi momen yang penuh dengan nilai-nilai historis pengorbanan dan perjuangan yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim A.S dan putranya Nabi Ismail A.S. Melalui program “Bakti Sosial Tebar Qurban Juara 1437 H” ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang kurang mampu, dan memfasilitasi masyarakat yang berkemampuan untuk menyalurkan sebagian hartanya, sehingga semuanya dapat saling berbagi kebahagiaan

Untuk itu kami mengajak Bapak/Ibu/Sdr/i untuk menjadi donatur dan berpartisipasi mensukseskan program ini. Semoga Alloh SWT membalas segala amal jariyahnya, sesuai dengan Sabda Rasulullah:

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).